Kodakcrome Berhenti Berproduksi

kodak_elite_chrome-film


Sejak munculnya kamera digital para photografer baik yang prefisional maupun yang amatir beralih dari camera analog dengan menggunakan crome film ke kamera digital yang menggunakan memori penyimpanan yang cukup banyak menampung hasil jepretan mereka, memang kalau dilihat dari segi kualitas penggunaan camera digital lebih unggul dan lebih pratis dalam penyimpanan film hasil jepretan mereka.

Kalau kita menggunakan crome film dari segi ekonomi lebih boros dan kapasitasnya mungkin paling banyak hanya 36 film +4 bonus,setelah selesai hasil pemotretan kita diwajibkan untuk mencuci (proses selanjutnya)untuk dapat melihat hasil klise yang kita proses baru setelah itu kita cetak dalam lembaran photo,kesannya ribet dan butuh biaya dalam prosestersebut
]Paul Simon serasa baru kemarin mendendangkan Mama Don’t Take My Kodachrome Away. Kini, 36 tahun setelah lagu itu pertama dipopulerkan, ”ketakutan” personel duo Simon and Garfunkel itu terjadi. Kodachrome benar-benar lenyap.
Tapi, tentu bukan ibunda Paul Simon yang mengenyahkan, melainkan sang produsen film kamera itu, Eastman Kodak co. Gencetan era digital membuat Eastman Kodak tak bisa berbuat banyak selain harus menghentikan produksi rol film legendaris yang telah 74 tahun berada di pasaran tersebut.
Sebab, secara bisnis, Kodachrome, film yang digemari fotografer amatir dan profesional dari generasi ke generasi, sudah tak menguntungkan lagi. Seperti dilansir The Times, penjualannya hanya mencapai satu persen dari total penjualan Kodak.
”Sebuah keputusan sulit untuk menariknya. Dia (Kodachrome) mencatat banyak sejarah. Tapi, mayoritas fotografer saat ini menginginkan gambar dengan teknologi terbaru, baik film maupun digital,” ujar Mary Jane Hellyar, presiden Kodak untuk divisi film, photofinishing and entertainment, kepada The Times.
Kodachrome diciptakan pada 1935 oleh dua musisi, Leopold Godowsky Jr dan Leopold Mannes, seorang pemain biola dan pianis yang dikenal dengan sebutan God and Man. Keduanya seniman yang juga mendedikasikan hidupnya kepada dunia fotografi sebagai hobi.
Kodachrome yang pertama dipasarkan menggunakan ukuran 16 milimeter. Kemudian, dikembangkan menjadi beberapa bentuk, termasuk 35 milimeter. Karena ketenarannya, Kodachrome juga mencatat sejarah unik. Yakni, menjadi satu-satunya film kamera yang diabadikan untuk nama sebuah taman kota, tepatnya di Utah.
Nama itu berawal dari kegiatan penjelajahan yang dilakukan The National Geographic Society di salah satu wilayah di Utah. Karena kamera yang digunakan para penjelajah memakai film Kodachrome, tempat yang indah itu pun dibatalkan dengan nama Kodachrome Flat. Pada 1962, Pemerintah Kota (Pemkot) Utah bermaksud mengubah nama itu saat tempat tersebut direnovasi menjadi taman kota. Pemkot Utah khawatir dituntut Kodak. Tapi, karena Kodak memberi izin, jadilah taman itu sekarang bernama Kodachrome Basin.
Sejarah lain yang lahir bersama Kodachrome berderet panjang. Misalnya, rol film Kodachrome delapan milimeter milik fotografer Abraham Zapruder yang memotret Presiden John F. Kennedy saat ditembak pada 1963. Steve McCurry menggunakan rol film tersebut untuk memanggil gambar mengharukan dari gadis Afgan dengan mata yang tergenang air mata. Foto itu mendapatkan penghargaan internasional saat menjadi cover depan majalah National Geographic pada 1985.
Lama kelaman film dan kamera yang menggunakan cromefilm akan masuk musium dan mungkin pada era 5 tahun kedepan kita sudah tidak menemukan lagi cromefilm ini lagi…akhirnya  teknologi menindas teknologi yang lain!!!

Disponsori Oleh :

Semoga Artikel Kodakcrome Berhenti Berproduksi Bisa Bermanfaat untuk kita semua.