Sistem Endokrin

Saat tubuh Anda kekurangan air (dehidrasi), tubuh akan mengirimkan impuls ke otak dan Anda akan merasakan bahwa Anda haus. Selanjutnya, saraf akan aktif berperan mempengaruhi kelenjar hipotalamus. Hal ini menunjukkan bahwa di dalam tubuh telah terjadi proses hormonal. Keadaan ini akan membuat kelenjar hipofisis menghasilkan hormon antidiuretik (hormon vasopresin). Hormon ini berfungsi menghambat atau menghentikan pembuangan cairan tubuh berupa urine. Apabila Anda segera minum saat kehausan, impuls rasa haus menjadi berkurang, dan hormon antidiuretik tidak dikeluarkan lagi.


Sistem koordinasi yang terjadi seperti di atas disebut sistem hormon. Sistem koordinasi selain meliputi sistem saraf juga meliputi sistem hormon yang disekresi oleh kelenjar endokrin. Oleh karenanya, sistem koordinasi ini disebut juga neuroendokrin.

Senyawa protein atau senyawa steroid berupa getah yang disekresikan oleh kelenjar endokrin disebut hormon. Hormon bekerja sama dengan sistem saraf berfungsi mengatur pertumbuhan, keseimbangan internal reproduksi, dan tingkah laku. Kelenjar endokrin disebut juga kelenjar buntu karena bermuara langsung ke dalam pembuluh darah.

Berdasarkan aktivitasnya, kelenjar endokrin dibedakan sebagai berikut.

1.    Kelenjar yang bekerja sepanjang hayat. Contoh: kelenjar yang digunakan dalam metabolisme tubuh.
2.    Kelenjar yang dimulai pada mulai masa tertentu. Contoh: kelenjar kelamin.
3.    Kelenjar yang bekerjanya sampai masa tertentu. Contoh: corpus luteum untuk membentuk hormon progesteron. Kelenjar endokrin terbagi menjadi beberapa bagian berdasarkan letaknya. Untuk mengetahui perbedaan dan letak kelenjar tersebut, lihatlah Gambar 9.9 dan Tabel 9.3.




Tabel 9.3 Macam-Macam Kelenjar Endokrin dan Letaknya di Dalam Tubuh Manusia
Kelenjar
Nama Lain
Letak
1.      Hipofisis

2.      Tiroid
3.      Paratiroid
4.      Adrenalin
5.      Pankreas
6.      Gonad

7.      Timus
Pituitari

Kelenjar gondok 
Kelenjar anak gondok Suprarenalis 
Pulau-pulau Langerhans Kelamin

Kacangan
Dasar otak besar (di dalam lekukan tulang sela tursika bagian tulang baji)
Daerah leher, dekat jakun
Daerah (dorsal) kelenjar gondok
Di atas ginjal
Dekat ventrikulus atau lambung 
Wanita : daerah perut (abdomen ) 
Pria : buah zakar dalam skrotum 
Daerah dada


1. Kelenjar Hipofisis (Kelenjar Pituitari)

Kelenjar hipofisis merupakan kelenjar endokrin yang terbesar. Kelenjar ini disebut master of gland karena mempengaruhi aktivitas kelenjar yang lain.

Kelainan hormon ini ada 2 macam yaitu hipersekresi misalnya gigantisme dan hiposekresi misalnya kekerdilan (kretinisme). Hipersekresi pada orang dewasa menyebabkan terjadinya akromegali yaitu tulang bengkak ke samping.

Hipofisis terbagi menjadi tiga lobus, masing-masing lobus mengeluarkan beberapa hormon yang berlainan. Untuk lebih jelasnya, pelajarilah Tabel 9.4 berikut.

Tabel 9.4 Jenis-Jenis Hormon yang Dihasilkan Oleh Kelenjar Hipofisis

Lobus Kelenjar Hipofisis
Hormon
Fungsi
a. Lobus anterior
• Tiroksin (TSH)
• Merangsang kelenjar tiroid untuk memproduksi


tiroksin

• Adenokortikotropin (ACTH)
• Merangsang korteks adrenal untuk memproduksi kortikosteroid




• Follicle Stimulating Hormone
• Memacu perkembangan tubulus seminiferus dan

(FSH)
spermatogenesis

• Luteinizing Hormone (LH)
• Menstimulasi estrogen

• Interstitial Cell Stimulating
• Menstimulasi testis untuk berkembang dan

Hormone (ICSH)
menghasilkan testosteron

• Prolaktin (TH)/Laktogen
• Menstimulasi sekresi air susu oleh kelenjar susu

b. Intermedia

• Somatotrof (STH)

• Merangsang pertumbuhan tulang

• Melanosit stimulating
• Mengatur penyuburan pigmen pada sel-sel

hormone (MSH)
melanofor kulit sehingga mempengaruhi perubahan warna kulit



c. Posterior
• Oksitosin
• Membantu merangsang kontraksi otot pada uterus

• Vasopresin/antidiuretik hormone
• Mencegah kadar air dalam tubuh sehingga men-

(ADH)
cegah pembentukan urine dalam jumlah banyak


2. Kelenjar Tiroid (Kelenjar Gondok)

Keistimewaan kelenjar tiroid dibanding kelenjar endokrin yang lain yaitu kaya pembuluh darah. Kelenjar ini menghasilkan hormon tiroksin, triidotironin, dan kalsitonin. Untuk mengetahui peran ketiga hormon tersebut, perhatikan Tabel 9.5 berikut ini.

Tabel 9.5 Jenis-Jenis Hormon yang Dihasilkan Oleh Kelenjar Tiroid

Kelenjar
Hormon
Berperan dalam
Tiroid
• Tiroksin
• Proses metabolisme


• Pertumbuhan fisik


• Perkembangan mental


• Kematangan seks


• Mengubah glikogen menjadi gula


dalam hati


• Triidotironin
• Distribusi air dan garam dalam


tubuh (sama dengan peran


hormon tiroksin)


• Kalsitonin
• Menjaga keseimbangan kalsium


dalam darah


Hiposekresi kelenjar tiroid mengakibatkan gejala kemunduran pada fisik (kretinisme) dan mental terutama pada masa anak-anak. Hiposekresi kelenjar tiroid pada orang dewasa mengakibatkan miksodema dengan ciri-ciri kegemukan (obesitas) dan kecerdasan menurun. Sebaliknya, jika terjadi hipersekresi kelenjar ini dapat mengakibatkan hiperaktif, tetapi badan kurus (morbus basedowi) dengan tanda-tanda gugup, nadi dan napas cepat serta tidak teratur, mulut ternganga, mata lebar (eksoftalmus), meningkatnya metabolisme dan emosional.

3. Kelenjar Paratiroid (Kelenjar Anak Gondok)

Kelenjar ini berperan dalam mengendalikan kadar kalsium dalam darah. Hormon yang dihasilkan oleh kelenjar ini adalah parathormon yang berfungsi mengendalikan kadar kalsium dalam darah.


Pelajari dengan saksama Gambar 9.10 di bawah untuk mengetahui dengan jelas peranan kelenjar paratiroid dalam mengendalikan kadar kalsium dalam darah. Coba diskusikan dengan teman sebangku Anda.

Hiposekresi kelenjar ini mengakibatkan kadar kalsium dalam darah menurun dan mengakibatkan kejang-kejang otot (tetani). Sebaliknya, hipersekresi kelenjar ini mengakibatkan kadar kalsium dalam darah meningkat sehingga menyebabkan kelainan pada tulang seperti rapuh, abnormal, dan mudah patah. Kelebihan kalsium darah mengakibatkan terjadi endapan dalam ginjal atau menderita batu ginjal.

4. Kelenjar Adrenal (Kelenjar Anak Ginjal)

Kelenjar ini terdiri atas dua bagian, yaitu bagian kulit (korteks) dan bagian dalam (medula). Hormon yang dihasilkan oleh kelenjar ini beserta fungsinya dapat dilihat dalam Tabel 9.6 berikut.

Tabel 9.6 Jenis Hormon yang Dihasilkan Oleh Kelenjar Adrenal

Bagian Kelenjar Adrenal
Hormon
Fungsi
• Korteks
• Korteks mineral
• Menyerap natrium darah


• Mengatur reabsorpsi air pada ginjal

• Glukokortikoid
• Menaikkan kadar glukosa darah


• Pengubahan protein menjadi glikogen di hati


• Mengubah glikogen menjadi glukosa

• Androgen
• Membentuk sifat kelamin sekunder pria

• Medula
• Adrenalin/epineprin
• Mengubah glikogen dalam otot menjadi glukosa (dalam darah)



Kelainan hipersekresi kelenjar adrenal pada wanita mengakibatkan virilisme, yaitu timbulnya ciri-ciri kelamin sekunder pada pria dan wanita. Sebaliknya, sekresi yang rendah atau hipofungsi kelenjar adrenal menimbulkan penyakit addison. Penyakit ini ditandai dengan kulit menjadi merah dan selalu mengakibatkan kematian.

5. Kelenjar Pankreas (Kelenjar Langerhans)
Pada pankreas tersebar kelompok kecil sel-sel yang kaya pembuluh darah, disebut pulau Langerhan. Hormon yang dihasilkan pankreas beserta fungsinya dijelaskan dalam Tabel 9.7 berikut.

Tabel 9.7 Jenis-Jenis Hormon yang Dihasilkan Oleh Kelenjar Pankreas

Kelenjar
Hormon
Fungsi
Efek
Pankreas
•      Insulin


•      Glukogen
•     Mengubah gula darah (glukosa) menjadi gula otot (glikogen) di hati
•     Mengubah glikogen menjadi glukosa
•      Menurunkan kadar gula darah


•      Meningkatkan kadar gula darah

Hiposekresi hormon insulin mengakibatkan sakit kencing manis (diabetes mellitus), yaitu meningkatnya kadar gula darah.

6. Kelenjar Gonad

Kelenjar ini dibedakan menjadi kelenjar gonad pada wanita dan kelenjar gonad pada pria. Hormon yang dihasilkan kelenjar ini dapat dilihat dalam Tabel 9.8 berikut.

Tabel 9.8 Jenis Hormon yang Dihasilkan Oleh Kelenjar Gonad pada Wanita dan Pria

Kelenjar Gonad
Hormon
Berperan Dalam
 1) Ovarium pada wanita




2) Testis pada pria
•      Estrogen


•      Progesteron


•       Testosteron
•     Menentukan ciri per­tumbuhan kelamin sekunder
•     Penebalan dan per­baikan dinding uterus
•     Menentukan ciri per­tumbuhan kelamin sekunder

 Hiposekresi kelenjar gonad pada wanita mengakibatkan gangguan pada menstruasi dan timbulnya tumor.

7. Kelenjar Timus

Kelenjar timus berfungsi untuk membentuk hormon thymosin yang berperan dalam sistem imun (kekebalan).

Anda telah mempelajari sistem hormon yang disekresi oleh kelenjar endokrin. Sistem hormon akan bekerja sama dengan sistem saraf membentuk sistem koordinasi. Lalu, bagaimana hubungan antara sistem saraf dan hormon?

Apabila Anda sedang menyeberang jalan dan tiba-tiba ada sebuah mobil yang menuju ke arah Anda, apa yang Anda lakukan? Mungkin Anda berlari secepatnya untuk menghindar. Bahkan mungkin Anda dapat melompati selokan yang lebar itu.

Padahal dalam keadaan normal, Anda tidak mungkin dapat berlari sekencang saat Anda menghindar dari kecelakaan tersebut, apalagi untuk melompati selokan. Mengapa hal itu dapat terjadi?

Kemampuan yang muncul secara spontan dan menghasilkan energi yang luar biasa pada seseorang dapat disebabkan oleh rasa takut terhadap sesuatu. Rasa takut dapat meningkatkan pengeluaran hormon adrenalin, sehingga akan dihasilkan energi yang besar. Namun, hormon ini dapat bekerja setelah ada stimulus dari saraf. Keputusan untuk lari dipengaruhi oleh pertimbangan secara sadar (saraf sadar) bahwa keadaan sedang berbahaya.

Sistem saraf dan sistem endokrin merupakan dua bagian yang tidak terpisahkan. Bukan saja karena sistem endokrin ada di bawah pengaruh sistem saraf, tetapi juga banyak sel saraf yang mengkhususkan diri dalam sekresi atau menyimpan neurohormon yang berperan mengaktifkan beberapa sel efektor.

Disponsori Oleh :

Semoga Artikel Sistem Endokrin Bisa Bermanfaat untuk kita semua.