• Breaking News

    Panduan dan Tutorial Lengkap serta Materi Pelajaran di Mulyono Blog. Konten Terlengkap dan Terpercaya

    Rabu, 29 Juni 2011

    CACAT BAYANGAN PADA LENSA

    1. Aberasi sferis :
    • Gejala kesalahan pembentukan bayangan akibat kelengkungan lensa. Dapat dihindari dengan diafragma
    2. Aberassi khromatis :
    • gejala terurainya sinar polikhromatik ketika melewati lensa, sehingga setiap warna memiliki fokus sendiri. dapat diatasi dengan lensa akhromatik ( yaitu lensa yang berlainan jenis
    3. Koma :
    • gejala dimana bayangan sebuah titik sinar yang terletak dilusr sumbu lensa tidak berbetuk titik pula. Dapat dihindari dengan diafragma
    4. Distorsi :
    • gejala bayangan benda yang berbentuk bujur sangkar tidak berbentuk bujur sangkar lagi. dapat dihindari dengan lensa ganda dengan difragma ditengahnya
    Catatan :
    1. Astigmatisme :
    • gejala dimana bayangan benda titik tidak berupa titik tapi berupa ellips atau lingkaran
    2. Kelengkungan medan :
    • Letak titik pusat lingkaran yang terbentuk pada peristiwa astigmatisme terletak pada satu bidang lengkung
    Dapat diatasi dengan kacamata silindrik


    1. Aberasi sferis
    :
    gejala kesalahan pembentukan bayangan akibat kelengkungan lensa dapat dihindari dengan diafragma

    2. Koma
    :
    gejala di mana bayangan sebuah titik sinar yang terletak di luar sumbu lensa tidak berbentuk titik pula dapat dihindari dengan diafragma

    3. Distorsi
    :
    gejala di mana bayangan benda yang berbentuk bujur sangkar tidak berbentak bujur sangkar lagi dapat dihindari dengan lensa ganda dan diagfragma di tengahnya.

    Catatan:
    • Astigmatisma : gejala di mana bayangan benda titik tidak berupa titik tetapi berupa elips atau lingkaran.
    • Kelengkungan Medan : letak titik pusat lingkaran yang terbentuk dari peristiwa astigmatisma terletak pada satu bidang lengkung.

    Contoh:

    1. Sebuah lampu kecil diletakkan di muka cermin cekung (fokus = 5 cm) sejauh x. Agar diperoleh perbesaran S kali berapakah nilai x ?
    Jawab:
    M = | s'/s | = 5
    5 x Þ bayangan nyata
    -5x Þ bayangan maya
    Untuk s' = 5x : 1/f = 1/s + 1/s' ® 1/5 = 1/x + 1/5x
    1/5 = 6/5x ® x = 6 cm
    Untuk s = -5x : 1/f = 1/s + 1/s' ® 1/5 = 1/x - 1/5x

    1/5 = 4/5x ® x = 4 cm

    2. Suatu prisma mempunyai sudut pembias b (n = 1.50)
    a. Hitung sudut deviasi minimum jika sudut pembiasnya b = 45º
    b. Berapa sudut datang yang menghasilkan deviasi minimum pada soal a.

    Jawab:
    a. Rumus sudut deviasi minimum (untuk b besar0 :
    sin 1/2 (b + dm) n2/n1 sin 1/2 b
    sin 1/2 (45 + dm) = 15/1 sin 45/2 = 0.574
    1/2 (45 + dm) = 35.03 ® dm = 25.06º
    b. Untuk deviasi minimum berlaku i2 = r1 = b/2 = 45/2 = 22.5º
    Gunakan Snellius:
    sin i1/sin r1 = n2/n1 ® sin i1/sin 22.5 = 1.5/1
    sin i1 = 1.5 sin 22.5 ® i1 = 35.03º
    3. Bayangan nyata yang dihasilkan oleh lensa tipis plankonveks dengan indeks bias 1,52 adalah dua kali besar bendanya. Jika jari-jari kelengkungan permukaan lensa 52 cm hitunglah jarak bayangan benda terhadap lensa.
    Jenis lensa plankonveks, maka R1 = 52 cm den R2 = ¥
    Pembesaran M = | s'/s | ® 2 = s'/s ® s' = 2s
    Fokus lens:
    1/f = (n'/n - 1) (1/R1 - 1/R2)
    (1.52/1 - 1) (1/52 - 1/¥) ® f = 100 cm
    1/f = 1/s + 1/s' ® 1/100 = 1/s + 1/2s ® s =150 cm
    Jadi jarak bayangan benda terhadap lensa (s'):
    s' = 2s = 2 x 150 = 300 cm

    NB : Tinggalkan komentar dan jangan lupa follow atau like blog ini yah.....