• Breaking News

    Panduan dan Tutorial Lengkap serta Materi Pelajaran di Mulyono Blog. Konten Terlengkap dan Terpercaya

    Selasa, 24 Januari 2012

    9 Penyebab Kinerja Komputer Melambat

    9 Penyebab Kinerja Komputer Melambat:
    1. Malware (virus, worm, trojan, dsb )

    Ketika komputer kita terkena malware ( virus, worm, trojan, dan sejenisnya), sudah hampir dapat dipastikan bahwa kinerja okmputer akan lambat. Virus akan sering menggunakan sumber daya komputer baik RAM atau CPU, termasuk juga senantiasa memantau aktivitas komputer. Hal ini tentu sangat berpengaruh terhadap kinerja aplikasi lain.
    Solusi untuk mencegah ini bagi pengguna Windows adalah menginstall Antivirus dan tidak hanya berhenti disitu saja, tetapi rutin update antivirus tersebut. Jadwalkan paling tidak seminggu sekali jika komputer tidak online.

    2. Spyware, Adware dan sejenisnya

    Jika kita sering menggunakan komputer untuk ber-internet, jika tidak berhati-hati ada kemungkinan komputer bisa terkena spyware. Efeknya mungkin tidak begitu besar dengan kinerja komputer, tetapi bisa berpengaruh pada akses internet, dan berbagai hal yang menganggu kenyamanan berinternet dan yang lebih buruk, data-data penting (user, password, account dll) kita bisa di ketahui oleh si pembuat spyware ini.
    Solusi bisa menginstall Anti-spyware yang juga senantiasa update, hanya perlu dipilah-pilah mana yang tidak banyak menggunakan sumber saya (resources) komputer kita, karena tidak jarang Antispyware ini
    menggunakan CPU dan Memory yang cukup besar. Jika antivirus sudah menyertakan, kita tidak perlu menambah. Atau gunakan versi portable, dan scan dari spyware secara berkala saja.

    3. Banyaknya Aplikasi berjalan di belakang

    Semakin banyak komputer kita dengan software, biasanya akan semakin memperlambat kinerja komputer, meskipun pengaruhnya ada yang relatif kecil dan ada yang besar. Penting untuk diketahui ketika menginstall
    software, cek apakah ada aplikasi yang senantiasa berjalan di belakang. Hal ini bisa di ketahui dengan program seperti Autoruns.
    Solusi dalam hal ini adalah menggunakan sofware yang penting saja, pilih satu software jika ada beberapa software sejenis atau mempunyai fitur hampir sama dan jika ada versi Portable-nya maka bisa menjadi alternatif. Untuk mengurangi program yang berjalan di background, gunakan Autoruns, dan non aktifkan aplikasi background yang tidak penting. Untuk mengatahui apakah aplikasi yang di install akan menjalankan program di belakang, install software seperti WinPatrol.

    4. Hard disk (HDD) yang sudah berumur


    Ketika komputer kita masih menggunakan Hardisk yang sudah cukup lama (tua), mungkin lebih dari 5 tahun, maka kinerja komputer bisa semakin
    lambat. Untuk mengecek, kita bisa menggunakan software gratis HDD Tune
    dan sejenisnya (baca artikel: Periksa Kondisi Hard Disk Komputer Anda).
    HDD SATA normal biasanya rata-rata akses read (baca) sekitar 70 – 90
    MB/s. Jika misal rata-rata akses HDD dibawah 50 MB/s maka kinerja
    biasanya akan terasa lambat.

    Solusi ketika hardisk sudah sangat
    lambat, mungkin bisa dicoba dengan full format (awas, backup data
    terlebih dahulu). Meskipun untuk hardisk tua hal ini biasanya tidak akan
    banyak membantu, sehingga yang paling baik adalah dengan mengganti
    hardisk baru, dan jika masih ingin menggunakan hardisk lama, gunakan
    sebagai secondary hardisk saja.

    5. RAM/Memori yang pas-pasan



    Banyak sedikitnya jumlah RAM/Memori yang kita gunakan memang tidak bisa
    dibuat standard sama untuk satu komputer dengan komputer lain atau
    bahkan sistem operasi. Meskipun ketika akan menginstall Windows, ada
    spesifikasi minimal RAM, tetapi jenis aplikasi yang kita gunakan juga
    harus diperhitungkan. Untuk mengecek, buka saja Task Manager dan di
    bagian Performance periksa PF Usage dan juga Physical Memory yang
    menunjukkan total Memory fisik (RAM) dan sisa tersedia (Available).


    Jika kita tidak sedang menjalankan aplikasi apapun, tetapi sisa RAM
    tidak lebih dari setengahnya, biasanya kinerja komputer akan lambat,
    maka harus diperiksa aplikasi apa saja yang menggunakan banyak memory
    (RAM), secara umum bisa dicek di tab Process, kolom Mem Usage. Jika
    memang RAM kita pas-pasan (misal windows XP dengan RAM 512 MB atau
    kurang, windows 7 dengan 1 GB RAM), maka solusinya termurah adalah
    mengurangi aplikasi yang banyak memakan memory. Solusi terbaik adalah
    Upgrade memory (RAM) (baca: Mengenal apa itu RAM ).

    6. Konflik aplikasi atau program yang di install


    Tidak jarang dua aplikasi dalam kategori yang sama bisa berakibat
    terjadinya konflik, yang semakin memperlambat kinerja komputer.
    Tanda-tanda terjadi konflik adakan komputer yang bermasalah setelah kita
    menginstall suatu software, padahal sebelumnya tidak ada masalah. Yang
    sering terjadi konflik biasanya di kategori software security, semisal
    antivirus.

    Misalnya kita menggunakan 2 antivirus atau lebih.
    Meskipun beberapa antivirus bisa berjalan bersamaan, tetapi tetap tidak
    direkomendasikan, kecuali untuk pengguna ahli atau untuk ujicoba. Belum
    lagi ketika masih harus menginstall software security lainnya.


    Jika ada alternatif berbagai software sejenis, maka jika memungkinkan
    pilih satu saja yang bisa mewakili, dan unggul dalam kinerja dan hasil.
    Terutama untuk jenis software yang banyak mengakses sumber daya atau
    sistem operasi.

    7. Pemilihan Software yang kurang tepat


    Tidak sedikit orang hanya ikut-ikutan (trend) dalam penggunaan
    software, padahal fitur yang diinginkan sebenarnya terdapat dalam
    software lain yang kecil dan gratis. Jika spesifikasi komputer kita
    memang minimal atau kita ingin bekerja dengan cepat, maka pilihlah
    software yang tepat. Software dengan ukuran besar tidak senantiasa lebih
    baik dan tepat bagi masing-masing kita. Berikut beberapa contohnya :


    Ketika kita hanya ingin burning data ke CD/DVD, solusi tepat bisa
    menggunakan software ImgBurn yang hanya berukuran sekitar 5 MB atau
    software burning gratis lainnya yang relatif kecil daripada menginstall
    Nero Multimedia Suite yang berukuran sekitar 354 MB.

    Ketika
    kita bekerja dengan data terkompresi ( zip, rar ), software gratis
    seperti 7zip yang hanya berukuran sekitar 1 MB seharusnya sudah
    mencukupi, daripada menginstall Winzip 15 yang berukuran hampir 13 MB
    dan juga tidak gratis (software kompresi gratis lainnya)

    Jika
    menggunakan Photoshop 7 atau CS1/2 sudah mencukupi untuk kebutuhan
    grafis, maka menginstall Photoshop CS5 perlu difikir ulang, karena
    spesifikasi yang dibutuhkan cukup tinggi, sehingga kerja bisa semakin
    lambat.

    8. Banyaknya Software yang terinstall



    Meskipun software-software yang di install tidak berjalan di belakang,
    tetapi hampir setiap software selalu menambahkan entry (data) ke
    registry, sehingga semakin banyak software yang di install ukuran
    registry (windows) juga akan semakin besar. Karena registry ini akan di
    akses baik ketika komputer berjalan maupun sudah berjalan, besar
    kecilnya juga mempengaruhi ke kecepatan/ waktu respon-nya.


    Solusinya adalah menggunakan software yang memang diperlukan saja,
    Uninstall software yang tidak penting dan gunakan Uninstaller seperti
    Revo Uninstaller agar proses uninstallasi lebih tuntas. Untuk
    membersihkan software yang sudah di uninstall, bisa juga menggunakan
    berbagai Utilities gratis.

    9. Penggunaan Efek Windows yang berlebih


    Windows Xp, Vista maupun windows 7 menyediakan opsi untuk menggunakan
    tampilan dengan berbagai efek. Jika komputer kita mempunyai spesifikasi
    yang bagus, tentu berbagai efek ini tidak menjadi masalah, tetapi jika
    ingin performa cepat, berbagai efek windows bisa di non aktifkan.


    Misalnya Untuk windows XP, klik kanan My Computer, pilih tab Advanced
    dan klik setting bagian Performance. Kita juga melalukan tweak sistem
    untuk mendapatkan setting yang tepat dan cepat, dengan menggunakan
    software semisal X-Setup Pro.

    Sebenarnya selain 9 hal diatas
    masih banyak sebab lain, seperti berbagai service windows yang berjalan
    yang sebenarnya tidak diperlukan, pemilihan dan pengaturan hardware yang
    tidak optimal, space primary disk (misalnya drive C yang diambang batas
    atau hampir habis, dan lainnya.