• Breaking News

    Panduan dan Tutorial Lengkap serta Materi Pelajaran di Mulyono Blog. Konten Terlengkap dan Terpercaya

    Sabtu, 15 Oktober 2011

    Kompleks Hidrokarbon

    Senyawa organologam adalah senyawa yang memiliki ikatan logam-karbon, dan antara satu sampai delapan atom karbon dalam ligan hidrokarbon terikat ke ogam. Haptisitas mendeskripsikan jumlah atom dalam ligan yang mempunyai interaksi koordinatif dengan logamnya dan jumlah ini ditambahkan ke simbol η. Sebagai contoh η5 (pentahapto)-siklopentadienil (Tabel 6.5).
    Sebuah ligan yang mendonasikan sejumlah bilangan ganjil elektron pada logam secara formal adalah radikal dan radikal akan distabilkan dengan ikatannya pada logam. Sebuah ligan yang mendonasikan sejumlah genap elektron pada logam biasanya molekul netral dan ligan ini stabil bahkan tanpa dengan terikat pada logam. Ligan  karben atau karbin merupakan kekecualian. Rumus kimia senyawa organologam diungkapkan dalam banyak kasus dengan menggunakan kurung siku [ ] seperti untuk senyawa kompleks, dan dalam buku ini akan diikuti konvensi ini.
    hapisitas
    Ligan Alkil
    Senyawa logam transisi alkil atau aril memiliki ikatan M-C tunggal. Walaupun telah banyak usaha dilakukan untuk mencoba mempreparasi senyawa ini, isolasi senyawa alkil dan aril logam transisi selalu menemui kegagalan. Baru tahun 1950 senyawa kompleks alkil yang stabil dapat diisolasi. Cp2ZrCl(Pr), WMe6, CpFeMe(CO)2, CoMe(py)(dmg)2, (dmg = dimetilglooksimato), IrCl(X)(Et)(CO)(PPh3)2, NiEt2(bipy), PtCl(Et)(PEt3)2 merupakan senyawa-senyawa khas alkil logam. Dari berbagai proses sintesis yang dikembangkan selama ini, reaksi senyawa yang mengandung ikatan M-halogen dengan senyawa  alkil logam golongan utama, seperti reagen Grignard atau senyawa organolitium, merupakan  rute sintesis yang umum. Khususnya vitamin B12, yang karena menentukan struktur ini D. Hodgkin (hadiah Nobel 1964) diketahui memiliki ikatan Co-C yang sangat stabil.  Senyawa alkil logam yang hanya memiliki ligan alkil seperti WMe6, disebut alkil homoleptik.
    Secara perlahan kemudian diterima pendapat bahwa penyebab utama ketakstabilan kompleks alkil adalah rendahnya energi aktivasi dekomposisinya bukan karena  rendahnya energi ikatan M-C. Rute dekomposisi yang paling umum adalah eliminasi β. Yakni interaksi ligan hidrokarbon dan logam cenderung menghasilkan hidrida logam dan olefin. Interaksi semacam ini disebut dengan interaksi agostik. Walaupun ligan alkil dan aril adalah  ligan 1-elektron, alkil dan aril dianggap anion bila bilangan oksidasi logamnya dihitung. Dalam hal ini ligan hidrida, H, mirip dengan ligan alkil.
    Kompleks alil π
    Bila suatu gugus alil, CH2=CH-CH2-, diikat pada logam melalui atom karbon, alil ini akan merupakan ligan 1 elektron mirip dengan alkil. Bila ikatan rangkapnya terdelokalisasi, tiga atom karbon akan terikat pada logam secara serentak sebagai ligan 3 elektron. Jadi, ini juga merupakan ligan berelektron ganjil dan secara formal berupa anion dan distabilkan dengan berkoordinasi dengan logam. Pd(C3H5)(Ac)(PPh3), Co(C3H5), dsb adalah contoh-contoh yang dikenal baik. Karena modus koordinasi η1, η2, dan  η3 mungkin terjadi dalam reaksi katalisis senyawa hidrokarbon tak jenuh, berbagai reaksi dapat terjadi.