• Breaking News

    Panduan dan Tutorial Lengkap serta Materi Pelajaran di Mulyono Blog. Konten Terlengkap dan Terpercaya

    Jumat, 14 Oktober 2011

    Adisi Sederhana pada Aldehid dan Keton

    Halaman ini menjelaskan tentang adisi hidrogen sianida dan natrium hidrogensulfit (natrium bisulfit) pada aldehid dan keton.
    Adisi hidrogen sianida pada aldehid dan keton
    Reaksi
    Hidrogen sanida akan masuk ke ikatan rangkap C=O pada aldehid dan keton menghasilkan senyawa yang dikenal sebagai hidroksinitril. Senyawa-senyawa ini biasa juga disebut sebagai sianohidrin.
    Sebagai contoh, jika hidrogen sianida diadisi ke etanal (sebuah aldehid) maka diperoleh 2-hidroksipropananitril:

    Jika diadisi ke propanon (sebuah keton) maka diperoleh 2-hidroksi-2-metilpropananitril:

    Reaksi ini tidak biasanya dilakukan dengan menggunakan hidrogen sianida saja, karena hidrogen sianida merupakan sebuah gas yang sangat beracun. Olehnya itu, aldehid dan keton dicampur dengan sebuah larutan natrium atau kalium sianida dalam air yang telah ditambahkan sedikit asam sulfat. pH larutan disesuaikan menjadi sekitar 4 sampai 5 karena pada pH ini reaksi berlangsung paling cepat. Reaksi terjadi pada suhu kamar.
    Larutan ini akan mengandung hidrogen sianida (hasil dari reaksi antara natrium atau kalium sianida dengan asam sulfat), tetapi juga masih mengandung beberapa ion sianida bebas. Ini penting untuk mekanisme reaksi.
    Kegunaan reaksi
    Molekul-molekul produk yang terbentuk mengandung dua gugus fungsional, yaitu:
    • gugus -OH yang berperilaku sebagai sebuah alkohol sederhana dan bisa digantikan dengan spesies lain seperti klorin, yang selanjutnya bisa diganti lagi menghasilkan, misalnya, gugus -NH2;
    • gugus -CN yang mudah diubah menjadi sebuah gugus asam karboksilat -COOH.
    Sebagai contoh, hidroksinitril yang dibuat dari sebuah aldehid bisa digunakan untuk menghasilkan molekul yang relatif rumit dengan mudah, misalnya molekul asam 2-amino – asam amino yang digunakan untuk menyusun protein.
    Adisi natrium hidrogensulfit pada aldehid dan keton
    Natrium hidrogensulfit biasa juga dikenal sebagai natrium bisulfit, bahkan pada beberapa buku-teks organik masih digunakan nama natrium bisulfit.
    Reaksi
    Reaksi ini hanya berlangsug dengan baik untuk aldehid. Untuk keton, salah satu gugus hidrokarbon yang terikat pada gugus karbonil harus berupa gugus metil. Gugus-gugus besar yang terikat pada gugus karbonil terlibat dalam proses reaksi yang berlangsung.
    Aldehid atau keton dikocok dengan sebuah larutan jenuh dari natrium hidrogensulfit dalam air. Jika produk telah terbentuk, produk tersebut akan terpisah sebagai kristal putih.
    Untuk etanol, persamaan reaksinya adalah:

    dan untuk propanon, persamaan reaksinya adalah:

    Senyawa-senyawa yang dihasilkan ini jarang diberi nama secara sistematis, dan biasanya dikenal sebagai senyawa adisi "hdrogensulfit (atau bisulfit)".
    Kegunaan reaksi
    Reaksi adisi natrium hidrogensulfit pada aldehid dan keton biasanya digunakan dalam pemurnian aldehid (dan keton dimana reaksi ini berlangsung baik). Senyawa adisi yang dihasilkan bisa diurai dengan mudah untuk menghasilkan kembali aldehid atau keton dengan memperlakukannya dengan asam encer atau basa encer.
    Misalnya, jika kita ingin memurnikan aldehid yang tidak murni, kita bisa mengocoknya dengan sebuah larutan jenuh dari natrium hidrogensulfit untuk menghasilkan kristal. Kristal-kristal ini bisa disaring dengan mudah dan dicuci untuk menghilangkan setiap zat pengotor. Adisi asam encer, misalnya, selanjutnya dapat menghasilkan kembali aldehid awal.
    Tentunya aldehid ini masih perlu dipisahkan dari asam yang berlebih dan berbagai macam produk anorganik dari reaksi.