Terima Kasih Telah Mengunjungi Situs Jaringan kami

Skala Suhu Termometer

Skala Suhu Termometer


Selanjutnya untuk memberi ukuran pada suhu itu, maka terlebih dahulu harus ditetapkan skala alat pengukur yang kita namakan “skala termometer”. Dalam hubungan ini, dari pengamatan gejala pemanasan terhadap benda dapat ditunjukkan bahwa pada umumnya setiap benda mengalami perubahan akibat pemanasan. Dengan demikian setiap benda dapat dijadikan sebagai alat pengukur suhu dengan memperhatikan hubungan antara perubahan keadaan benda dengan kepanasan benda. Akan tetapi setiap pilihan benda yang berbeda akan memberikan skala suhu yang berbeda-beda. Ini akibat penunjukkan termometer dengan termometer lain yang memakai skala suhu lain atas suhu bahan tertentu akan memberikan reaksi hasil pengukuran suhu yang berbeda terhadap suatu benda dengan panas yang sama. Untuk mengatasi kesulitan tersebut maka harus dibuat suatu perjanjian berupa adanya bahan tertentu yang akan dijadikan sebagai standar penetapan skala suhu terhadap semua termometer yang akan ditera.
Dalam hubungan tersebut sebagai skala suhu yang pertama oleh Celcius didefinisikan skala suhu berdasarkan perubahan wujud air murni dimana pada tekanan 1 atmosfer angka nol termometer diletakkan pada titik beku air dan pada titik didihnya diletakkan angka 100 dengan skala suhu 1/100 bagian antara titik beku dan titik didih air. Selanjutnya Reamur mendefinisikan skala suhu termometer pada tekanan 1 atmosfer titik beku air pada angka 0 sedang pada titik didih air pada angka 80, dimana antara titik beku dan titik didih air dibagi atas 80 skala yang sama. Skala termometer Reamur ini jarang dipakai. Skala termometer lain yang banyak dipakai pula ialah skala Fahrenheit. Dalam skala ini titik beku air diletakkan pada angka 32 sedang titik didih pada angka 212 dimana skala suhunya merupakan 1/180 bagian antara kedua titik tersebut. Berdasarkan pembagian skala ketiga macam skala termometer yang disebutkan diatas maka apabila penunjukan suhu Celcius kita tandai dengan tC, suhu Reamur dengan tR, dan suhu Farenheit dengan tF, maka bila suhu dinyatakan dalam derajat Celcius, maka kita dapat menulis sangkutannya dengan kedua skala suhu yang disebut terakhir sebagai :

tR = 4tC/5
(9.1)
tF = 32oF + 9tC/5
(9.2) Berikutnya, dari banyak fakta penelitian di bidang termodinamika dapat ditunjukan bahwa di alam ini terdapat adanya “suhu mutlak” terkecil. Atas dasar itu suatu skala yang berdasarkan skala suhu yang berdasarkan skala suhu Celcius ialah yang dinamakan “skala suhu kelvin” yang biasa juga disebut “skala suhu mutlak”.Dalam hal ini suhu terkecil itu diambil sebagai titik 0 mutlak yang terletak pada angka – 273,16oC (dalam perhitungan praktis dibulatkan menjadi – 273,16oC). Jadi antara suhu Celcius dengan suhu Kelvin terdapat sangkutan :
T = t + 273,16oC
(9.3) Dimana T menyatakan suhu Kelvin dan t sebagai celcius. Akhirnya patut dicatat disini bahwa dalam fisika skala suhu yang lazim digunakan adalah skala suhu Celcius dinyatakan dalam suhu Kelvin. Dalam uraian-uraian kita, selanjutnya kita hanya menggunakan suhu Celcius dan suhu Kelvin.
Contoh 1. Temperatur tubuh normal adalah 98,6oF. Berapakah temperatur normal tubuh jika dinyatakan dalam Celcius ?
Jawab : T (oC) = (5/9){T(oF)-32} T (oC) = (5/9)(98,6-32) = 37,0oC

Jasa dan Layanan Parungkuda Management

  • 50 Iklan Baris Indonesia Submission
  • 100 Iklan Baris Indonesia Submission
  • 150 Iklan Baris Indonesia Submission
  • 200 Iklan Baris Indonesia Submission
  • 250 Iklan Baris Indonesia Submission
  • 300 Iklan Baris Indonesia Submission
  • 350 Iklan Baris Indonesia Submission
  • 400 Iklan Baris Indonesia Submission
  • 450 Iklan Baris Indonesia Submission
  • 500 Iklan Baris Indonesia Submission
  • Pulsa Elektrik PPOB
  •